Minggu, 07 Januari 2024

Perempuan Kepala Keluarga “Pekka” Di Desa Jatimulya

 AJIINEWS-INDRAMAYU JAWA BARAT:Program Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) yang diluncurkan oleh Pemerintah Kabupaten Indramayu, makin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Hal tersebut terungkap oleh anggota kelompok Pekka Desa Jatimulya, Kecamatan Terisi yang mendapatkan bantuan dari Bupati Indramayu, Hj Nina Agustina.

Bertempat di kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KBP3A) Kabupaten Indramayu, Jumat (5/1/2024), bantuan yang diberikan berupa kompor, tabung, regulator gas, panci kukus, mixer serta oven.

Pada kesempatan tersebut, Rastim, selaku Kuwu Desa Jatimulya mengucapkan terima kasih kepada Bupati Nina yang telah memberikan perhatian kepada masyarakatnya.

“Terima kasih kepada Bupati Nina yang telah memberi dukungan kepada kelompok Pekka Desa Jatimulya. Alhamdulillah, bantuan telah kami terima,” ujarnya.

Rastim mengatakan, program Pekka menjadi upaya guna mendorong kemandirian perempuan tulang punggung keluarga di Kabupaten Indramayu agar bisa bersatu bersinergi bersama menjalankan usahanya.

Menurutnya, pengembangan program ini tidak terlepas dari upaya pemenuhan kepentingan masyarakat dalam peningkatan dan kelancaran perekonomian masyarakat Indramayu.

“Dengan adanya bantuan ini, diharapkan warga kami bisa menyalurkan bakatnya untuk melaksanakan kegiatan ibu-ibu kepala keluarga untuk menuju Indramayu Bermartabat (Bersih,Religius, Maju, Adil, Makmur, dan Hebat),” ungkapnya.

Sementara itu, anggota kelompok Pekka Desa Jatimulya juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Nina yang telah memberi kebutuhan usahanya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada ibu Bupati Indramayu, Hj Nina Agustina yang telah memberikan bantuan kepada kami anggota kelompok Pekka Desa Jatimulya,” pungkasnya.Source Diskominfo-deni-(ajiinews//morassdi//bob)


Sabtu, 20 Desember 2014

Pemerintah RI Tegaskan Tenggelamkan Pencuri Kapal Ikan



Pemerintah Tetap Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan


Susi Pudjiastuti. [SP/Hendro Situmorang]
 BANDA ACEH –kba.Nelayan.Com 

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti kembali menegaskan pemerintah tetap memberlakukan peraturan keras terhadap nelayan asing yang kedapatan mencuri ikan di perairan Indonesia termasuk dengan cara menenggelamkan kapal-kapal mereka.

"Pemerintah tetap berkomitmen akan terus membuat aturan memproteksi laut Indonesia tak kecuali di Kabupaten Simeulue agar tidak terus dijarah dan dijajah nelayan asing," kata Menteri ketika melakukan pertemuan dengan siswa/i SMK Perikanan, nelayan, masyarakat dan unsur pemerintah di tempat pendaratan ikan Desa Lugu, Kabupaten Simeulue, Aceh, Sabtu. Sabtu, 20 Desember 2014

Untuk itu, kata Susi, pemerintah akan menambah armada kapal patroli bagi TNI AL dan juga pihak-pihak sipil yang terlibat melakukan penjagaan ekosistem laut Indonesia pada tahun 2015.

Selain akan melakukan proteksi bagi pelaku Ilegal fishing dari nelayan asing, Susi yang akrab disapa di Kabupaten Simeulue dengan sebutan "Susi Air" menyatakan juga memberlakukan aturan tegas bagi nelayan Indonesia sendiri yang tidak perduli lingkungan laut.

Susi meminta bagi nelayan Simeulue dan Indonesia yang selama ini menangkap ikan dengan menggunakan potasium, dinamit, trawl dan yang sifatnya memusnahkan ikan dari yang besar hingga yang kecil serta merusak ekosistem untuk segera berhenti.

"Termasuk yang menggunakan cara penangkapan dengan bagan agar segera beralih, karena akan membuat ikan-ikan kecil musnah," tegas Susi.

Ia mengharapkan nelayan dan rakyat bersama-sama untuk menjaga kelestarian laut, karena kekayaan bahari Indonesia sangat luar biasa.

"Laut adalah masa depan kita," jelas Susi.

Pada kesempatan itu Menteri Susi juga menyerahkan bantuan berupa alat desalinasi air laut untuk nelayan di Pulai Siumat dan Pulau Teupah senilai Rp 3,55 miliar, serta mesin kapal perikanan dan GSP senilai Rp 121 juta. [sumber suara pembaruan Ant/N-6](-kba-Nelayan.com)